asmaul husna

asmaul husna
subhanallah

Minggu, 20 April 2014

Hari Pendidikan Nasional

Keprihatinan sesak menyarati benak ini. Memandang pasukan lalat yang semakin menampakkan keburukannya. Menghinggapi kotoran, lalu  dengan asyiknya mampir di tepi kerut bibir manusia.

Ya, tak heran aku akan itu. Karena hayawan diciptakan Tuhan tak sesempurna mausia. Manusia yang dengan segala kesempurnaannya termasuk akal dan tata krama. Lalu bagaimana bila kini manusia malah bahkan lebih dari kiasan lalat itu?
Keprihatinan sesak menyarati benak ini. Memandang anak Nusantara yang semakin berganti zaman makin menampakkan kerendahan karakternya. Tak asing ku mendengar, tlah sering ku mendengar para guru yang pernah bahkan sekarang masih mengajarku, berucap : “anak-anak sekarang dengan anak-anak zaman dahulu itu beda, beda bagaimana? Beda mengenai rasa ta’dhimnya terhadap para guru dan dengan ilmu yang dituntutnya”. ,,Panjang bila membahas sepenggal kalimat ini.
Serasa kini para ‘tolabul ilmi’ di sekolah hanya mencari sebuah kepopularitasan,mencari teman, mencari kebahagiaan, atau entah apa yang menurut para pelajar terutama pelajar remaja itu bisa mendapat apa yang diinginkannya.
Keprihatinan sesak menyarati benak ini. Adakah mayoritas anak bangsa ingin mewujudkan negri ini menjadi “baldatun tayyibatun warobbun ghofur”? ataukah mungkin hanya minoritas?
Seluruhnya ada ditangan para penerus bangsa. Tugas kita sebagai yang muda adalah fokus dan serius serta istiqomah belajar dengan ikhlas meraih asa setinggi angkasa. Bersihkan niat kita dalam bersekolah. Jangan bertujuan yang salah, atau sekedar mencar nilai dan kepandaian. Sebab kepandaian bukanlah hal utama. Karna ia dapat terkotori apabila tidak disertai dengan kebenaran dan kejujuran. Tak sedikit orang pandai yang tak bisa menjaga kepandaiannya, malah memanfaatkan kepandaian itu untuk berdusta, menipu, atau untuk menyombongkan diri. Lalu dengan syarat apa kita boleh meraih kepandaian yang baik? Inilah yang harus kita capai, yakni karakter baik/akhlakul karimah adalah hal pokok yang kita cari pertama kali sewaktu menuntut ilmu. Barulah bila kita mampu berkarakter baik, insyaallah pandai akan mengikuti langkah kita.
Betapa harmonisnya negri kita bila seluruh masyaraktnya belajar membentuk akhlakul mahmudah. Bangkitlah wahai perintis, pula penerus bangsa. Wujudkan pendidikan sebaik-baiknya. Mari lanjutkan perjuangan pahlawan pendidikan nasional kita, “Ki Hajar Dewantara “ yang telah sepenuh jiwa membela hak anak bangsa untuk mampu terjun mengenyam pendidikan.
HIDUP INDONESIA !


Tidak ada komentar:

Posting Komentar