Keprihatinan sesak menyarati benak ini.
Memandang pasukan lalat yang semakin menampakkan keburukannya. Menghinggapi kotoran,
lalu dengan asyiknya mampir di tepi
kerut bibir manusia.
Ya, tak heran aku akan itu. Karena hayawan
diciptakan Tuhan tak sesempurna mausia. Manusia yang dengan segala
kesempurnaannya termasuk akal dan tata krama. Lalu bagaimana bila kini manusia malah
bahkan lebih dari kiasan lalat itu?
Keprihatinan sesak menyarati benak ini.
Memandang anak Nusantara yang semakin berganti zaman makin menampakkan
kerendahan karakternya. Tak asing ku mendengar, tlah sering ku mendengar para
guru yang pernah bahkan sekarang masih mengajarku, berucap : “anak-anak
sekarang dengan anak-anak zaman dahulu itu beda, beda bagaimana? Beda mengenai rasa
“ta’dhimnya “ terhadap para guru dan dengan ilmu
yang dituntutnya”. ,,Panjang bila membahas sepenggal kalimat ini.
Serasa kini para ‘tolabul ilmi’ di sekolah
hanya mencari sebuah kepopularitasan,mencari teman, mencari kebahagiaan, atau
entah apa yang menurut para pelajar terutama pelajar remaja itu bisa mendapat
apa yang diinginkannya.
Keprihatinan sesak menyarati benak ini. Adakah
mayoritas anak bangsa ingin mewujudkan negri ini menjadi “baldatun tayyibatun
warobbun ghofur”? ataukah mungkin hanya minoritas?
Seluruhnya ada ditangan para penerus bangsa.
Tugas kita sebagai yang muda adalah fokus dan serius serta istiqomah belajar dengan ikhlas meraih asa
setinggi angkasa. Bersihkan niat kita dalam bersekolah. Jangan
bertujuan yang salah, atau sekedar mencar nilai dan kepandaian. Sebab
kepandaian bukanlah hal utama. Karna ia dapat terkotori apabila tidak disertai
dengan kebenaran dan kejujuran. Tak sedikit orang pandai yang tak bisa menjaga
kepandaiannya, malah memanfaatkan kepandaian itu untuk berdusta, menipu, atau
untuk menyombongkan diri. Lalu dengan syarat apa kita boleh meraih kepandaian
yang baik? Inilah yang harus kita capai, yakni karakter baik/akhlakul karimah
adalah hal pokok yang kita cari pertama kali sewaktu menuntut ilmu. Barulah
bila kita mampu berkarakter baik, insyaallah pandai akan mengikuti langkah
kita.
Betapa harmonisnya negri kita bila seluruh
masyaraktnya belajar membentuk akhlakul mahmudah. Bangkitlah wahai perintis,
pula penerus bangsa. Wujudkan pendidikan sebaik-baiknya. Mari lanjutkan
perjuangan pahlawan pendidikan nasional kita, “Ki Hajar Dewantara “ yang telah
sepenuh jiwa membela hak anak bangsa untuk mampu terjun mengenyam pendidikan.
HIDUP INDONESIA !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar